" Lihatlah aku di sini, melawan getirnya takfirku sendiri...
Tanpamu.... aku lemah dan tiada ber... arti"
Ya, itulah sepenggal lagu klasik dari NAFF, dan kini kita takkan pernah lagi dapat mendengar alunan indah dari suara Adi dengan kekompakkan NAFF-nya. Sayang sekali, ternyata NAFF yang kini telah mengambil jalannya sendiri, tidak tetap eksis untuk penggemar karyanya yang telah lama, seperti saya dan teman teman saya sesama penggemar NAFF di mana pun berada. Genre NAFF saat ini lebih mengikuti pasar dan tidak lagi mementingkan arti sebuah keindahan sebuah lagu itu sendiri. Pasar abg yang kini mendominasi bursa musik di negara kita ini telah menjatuhkan ribuan kilometer jiwa kita ke dalam jurang keInstanan. Kita akan terus ingat bagaimana bergetarnya lagu NAFF dari vokalis Adi, tetap akan selalu diingat sebagai karya nyata yang indah. Sementara tren musik saat ini, yang lebih menuju pasar abg, lebih mudah menghilangkan sebuah arti yang mendalam dari sebuah kata yang seharusnya terdengar sakral. "CINTA". Efek domino yang membawa kita selalu memandang hal besar mudah untuk disepelekan.
" Akan kuberi, semua yang kau pinta...
Akan kuserahkan segala yang kupunya...
Bila bahagia yang engkau cari, itu hanya ada pa da ku..."
Itulah sepenggal lirik lagu mantan vokalis NAFF, Adi. Jika saya disuruh untuk memilih, saya akan memilih lagu yang berbasis Adi saat atau setelah dia tidak menjadi anggota band nya lagi.
Good Luck Bang Adi... Nyanyi terus ya...







0 komentar:
Posting Komentar